21 March 2007

8 tahun silam

sudah 8 tahun terpendam keinginan ini terpendam dan blom terwujud...
sudah usang rasanya keinginan ini tuk terkabul, dan perjuangan ini semakin berat rasanya tuk mebuktikan bahwa aku bisa melakukan dengan tanganku sendiri, tanpa bantuan dari orang lain, dengan keringatku sendiri..
otak ini tak bleh mandeg begitu saja dengan sia-sia, dan otak ini tidak boleh didiamkan nganggur begitu saja, karena otak ini diberikan oleh tuhan untuk berpikir dan berpikir sehingga menghasilkan sebuah karya yang indah.
beribu jalan telah terlalu demi sebuah keinginan, dari kuli bangunan ke anak jalanan sampai sebuah kampus yang terasa menyedihkan setap kali melihat mereka lalu lalang seakan mempertontonkan penghinaan tuk kaum sudra.
sebuah restu akhirnya bisa kluar juga walau harus di tebus dengan syarat jarak100km dan mandi keluh tuk sebuah penghidupan sendiri dan cita2 sendiri.
membunuh rasa jenuh dan sepi di tengah ramainya manusia-manusia yang hilir mudik mencari ilmu sungguh berat sekali, tapi itu harus dilakukan dengan makian-makian pejabat-pejabat di atas kursi empuk.
kini sudah di depan mata keinginan seperti seorang laki-laki lainnya, keinginan seperti manusia-manusia lainnya yang berhak tuk memakai toga...
bimbang, ragu , dan haru, juga motivasi-motivasi sekeliling yang memompa diri bercampur aduk kepala.
2 malam jalan depan kampus ini jadi trayek hilir mudik roda bunder itu berpikir....
gimana nanti, dan nanti setelah terjadi dan terjadi...atur dan atur...recehan yang terkumpul...sering-sering tengok ikat pinggang masih kuat nahan lingkar celana di pinggul tidak...
tekad dan tekad itu haruskah berjalan dan berjalan....timbangan pikiran masih bergoyang kekanan dan kekiri...
hidup bukan hanya tuk uang kertas saja, tapi ilmu itu juga tuk mencari uang...uang bukan tuk makan saja, tapi makan itu juga tuk cari uang...
2 tahun kesalahan telah aku dapati, dan 2 tahun jangka hidup disini juga telah aku salahi sendiri..tanpa sebuah tekat yang artinya aku bohongi diri sendiri...apa harus aku ulangi lagi dei sebuah ketakutan yang belum tentu dari tuhan itu akan terjadi...oh belum tentu..mengapa kau ada di dunia ini...
kembali lagi ke penciptaan tuhan klo manusia ini di cipta untuk berpikir, kenapa harus takut?? karena dengan berpikir itu ada nasi dan air yang bisa mengenyangkan perut...dan tertambah ketakutan itu berbanding dengan kemauan diri...dengan teman yang ada disin berjumlah berapa yang bisa di jadikan tembok tabrakan nanti klo pas tangki bensin pespah itu meraung minta minum..??
hmmmmmm....."pejamkan mata sesaat dan tarik napas panjang",
urip kudu ono tekat lam kemauan...yen ora ono podo karo manungso mati...

thank's:
-SiDUt dewa penolong
-Bpake' orang paling bijak
-BOS yang sempet mengingatkan/mengajak pertama kali
-JHo3 motivator selama disini
-M4T best friend tuk rembugan
-anak XmED your all brother
-X-FH tangis/tawa kita bersama_*jangan ada khianatan*
-"Loenpianers" smuah..."be my friends be my brother"

writing : "saat malamku bersandar sendiri di pojok ruang berteman air kedamaian"

1 Comments:

Blogger Unknown said...

setuju bos!!!!

Wed Mar 21, 07:12:00 PM 2007  

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home