28 August 2007

hitam putih ospek

udah beberpa hari ini civitas academica disibukan dengan kegiatan orientasi mahasiswa baru. mulai dari pengenalan akademis kampus dan aturan-aturan main dikampus tertata rapi yang ditujukan dan dikenalkan kepada mahasiswa baru yang kemarin baru diterima.
ospek, posma, mapras atau apapun itu namanya yang sekarag sedang berlangsung disemua kampus di seluruh universitas di negeri ini, yang jelas itu mengalami citra buruk.

becermin dari pengalaman dan masa lalu dengan ospek itu gimana mengakibatkan menjadikan sebuah polemik yang menakutkan untuk seorang mahasiswa. dan dari ospek ini beridentik dengan sebuah kekerasan, tekanan mental dan tugas berat yang dibebankan kepada mahasiswa. dan polemik ini mengenai hal ini untuk di hilangkan atau di lanjutkan bukan menjadi sebuah hal baru lagi dilingkungankampus dan khususnya di kalangan kacamata publik, karena masalah ini sempat juga di bicarakan di masyarakat umum karena belajar dari kasus-kasus selama ini dari berbagai kampus di negeri ini juga.

tidak ada keselanjutan dari kasus-kasus polemik seperti ospek ini yang bahkan menelan korban, karena bertolak dari sikap mahasiswa sendiri yang tegang dan panik, tetapi ada pula yang justru kebalikannya dengan enjoy dalam menjalani ospek.
banyak pula yang sering kita lihat dan dengar dari kisah buruk sebuah ospek itu sendiri, dengan pemukulan atau anarkisme dari senior-senior mereka yang merasa bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk balas dendam perlakuan sebiornya dari ospek yang terdahulu. namun, pelaksanaan ketika tidak terjadi hal-hal buruk bahkan para peserta ospek itu sendiri merasa enjoy, dan berpikir bahwa inilah tempat dan ajang mencari teman disamping pengenalan kampus dari sisi akademik.

pada dasarnya tujuan ospek ini tidaklah buruk untuk mahasiswa, tetapi pelaksanaanya itu sendiri yang harus dipantau lebih seksama lagi, karena hubungan langsung antara senior dan yunior itu sendiri pasti akan berbenturan. apalagi diliat pelaksanaan ospek itu sendiri berdasarkan konsepnya yang terkadang ada tekanan tersediri untuk mahasiswa baru itu.

dan, yang pasti kejadian bruruk dimasa lalu yang sampai membuahkan korban sangat sulit untuk dilupakan bagi semua orang.dan banyak alasan dan faktor yang menyebabkan korban itu terjadi, misalakan karena kecelakaan, dan faktor lain mungkin peserta sebelumnya sudah sakit. oleh karena itu sering kali sebelum ospek, dilakukan chek up untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan.

sering kali keteledoran peserta juga yang menghasilkan kecelakaan dari kegiatan ini. dan untuk. maka untuk itu senior selalu mengawasi dan membimbing dari jalannya kegiatan ini. dan terkadang harus dengan senior harus mengeluarkan sebuah tekanan kepada peserta. tekanan mental itu sendiri bertujuan untuk bertujuan nanti ketika terjun ke masyarakat.

peserta kebanyakan dibuat pusing dengan tugas-tugas yang diberikan. tetapi sebanrnya tugas itu hanya untuk menghibur paserta, tetapi karena peserta baru pertama mengenal dan faktor tugas yang banyak dan waktu yang singkat yang menjadikan peserta bingung dan kelelahan.
menurutku, tujuan dari ospek itu sendiri dari kemahaiswaan tidak begitu banyak berpengaruh, tetapi setelah mereka melewati kegiatan ini akan terasa sekali untungnya mengikuti ospek. karena tugas yang banyak dan sulit akan mereka lalui nanti setelah memasuki kelas nanti. dan inilah yang menjadikan mahasiswa itu kreatif.

kembali ke niat sebelumnya di atas, untuk ospek sendiri tuk sekarang ini masih di perlukan atau tidakah?

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home